Yearly Archive 2016

ByAdmin

PDIP Kawal Pemerintah di Bidang Kesehatan, Anak dan Perempuan

PDI Perjuangan sebagai partai ideologis menegaskan akan terus berjuang untuk mengawal, mengamankan, mengarahkan dan memastikan kebijakan politik pemerintah daerah dan nasional terkait dengan kesehatan, anak dan perempuan.

Oleh karena itu, pada hari Sabtu (26/11) kemarin Rapat Koordinasi Bidang (Rakorbid) diselenggarakan oleh DPP PDI Perjuangan Bidang Kesehatan, Perempuan dan Anak.

Dalam rangka kerja partai untuk meningkatkan koordinasi dan efektivitas pelaksanaan program partai.Sebagai rapat yang diperluas dengan mengundang 34 DPD se-provinsi Indonesia dan perwakilan daerah prioritas DPC, baik Kabupaten maupun Kota.

Sri Rahayu sebagai Ketua DPP Bidang Kesehatan (Toko Herbal Jakarta), Perempuan dan Anak menegaskan “Pelaksanaan Rakorbid, dilaksanakan pada tanggal 25 November bertepatan dengan momentum Hari Penghapusan Kekerasan Sedunia. Sehingga diharapkan struktur partai dapat memperkuat kapasitanya untuk mendukung kebijakan Negara khususnya dalam perlindungan perempuan dan anak dari kasus kekerasan,” Minggu (27/11/2016).

Momen penting ini menegaskan dan kesiapan DPP, DPD, DPC dalam mengawal dan mengimplementasikan program partai yang konsisten mendorong lahirnya kebijakan perlindungan perempuan, anak, dan kaum marginal.

Terlebih lagi, Ketua Umum Ibu Megawati Soekarnoputri juga mengamanatkan pentingnya upaya kita bersama untuk segera melahirkan UU Penghapusan Kekerasan Seksual.

“RUU Penghapusan Kekerasan Seksual telah terdaftar dalam Prolegnas DPR 2016, DPP PDI Perjuangan dan Fraksi DPR PDI Perjuangan sendiri telah mengeluarkan beberapa instruksi agar pembahasan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual dapat segera dilaksanakan di DPR RI. Amanat inilah yang akan dilaksanakan seluruh struktur dan petugas partai untuk membuktikan bahwa Negara hadir bagi rakyatnya.,” ujarnya.

Terkait dengan Rakorbid DPP PDI Perjuangan, “Hal itu untuk mengkonsolidasikan kekuatan internal partai agar implementasi kebijakan pemerintah yang pro rakyat dapat dilaksanakan,” Tegas Sri.

Sri menegskan bahwa Rakorbid menjadi sosialisasi dan arahan, dialog dan serta tindak lanjut instruksi partai terkait bidang Kesehatan Perempuan dan Anak.

Pelayanan Kesehatan Nasional yang disampaikan oleh Menteri Kesehatan dan Direktur Kepesertaan BPJS adalah materi yang dibahas dalam konsolidasi yang telah dilakukan. Kemudian Regulasi Pemerintah Pusat dan Daerah yang menjadi turunan pelaksanaan Undang-undang terkait perlindungan perempuan dari kekerasan.

Dibahas pula Perempuan dan Budaya dengan fokus kekuatan perempuan dalam Revolusi Mental yang disampaikan oleh Dirjen Kebudayaan. Tak ketinggalan pula sinergi partai dengan kelompok masyarakat untuk perlindungan perempuan dan anak dari kekerasan melalui fungsi P2TP2A dan relawan kesehatan yang ikut dibahas.

Dan terakhir adalah soal rencana aksi tindak lanjut, rekomendasi Rakorbid dan instruksi partai terkait Bidang Kesehatan Perempuan dan Anak.

 

ByAdmin

PDI Memberi Bantuan Renovasi Rumah untuk Songa

Bantuan untuk renovasi rumah reyot bocah songa Plumpang, Jakarta Utara akan diberikan oleh PDIP. Segala baha-bahan yang diperlukan sudah disiapkan untuk proses renovasi yang akan segera dilakukan.

Ady Widjaja selaku ketua DPD PDIP DKI mengatakan bahwa akan mengunjungi tempat tersebut pada hari minggu (18/9) dan memantau apa saja yang perlu dibantu. Karena orang Indonesia banyak yang kesusahan. Ia ingin melihat mengapa hingga diberitakan wartawan luar negri dan disana sudah ada bendera PDI Perjuangan yang sangat besar. Ternyata memang bapak dari bocah songa tersebut adalah kader dari PDI. Semampunya akan dibantu rumah dari bocah tersebut. PDI tidak membantu dengan uang tetapi dibantu untuk memperbaiki rumah tersebut agar tidak rubuh.

Ady terjun langsung untuk melihat rumah Songa. Ia mengatakan bahwa rumah tersebut akan mulai di renovasi dua hari lagi dan selama dalam proses renovasi, keluarga akan dicarikan rumah kontrakkan untuk ditinggali sementara. Pintu lipat PVC

Dia juga menyatakan bahwa akan memanfaatkan jasa para tetangga Songa untuk membangun rumah dan dana renovasi dihimpun dari pengurus PDIP DKI. Ia juga tidak ikut campur soal dana yang dikumpulkan , PDI akan memperbaiki sesuai kemampuan, kalau keluarga Songa tersebut mendapat uang ia rasa untuk membeli perabotan dalam rumah saja.

ByAdmin PDI

PDI Perjuangan Kawal Pemerintah Dalam Bidang Kesehatan, Anak dan Perempuan

Sebagai partai nasionalis, PDI Perjuangan menegaskan untuk memastikan, mengawal, mengarahkan dan mengamankan berbagai kebijakan politik dari pemerintah secara nasional dan juga daerah. Terkhusus hal ini untuk bidang (smart detox energy) kesehatan, anak dan perempuan.

DPP PDI Perjuangan Bidang Kesehatan, Perempuan dan Anak menggelar Rapat Koordinasi Bidang (Rakorbid), pada Sabtu (26/11/2016) kemarin. Hal ini dilakukan dalam rangkaian kerja partai untuk peningkatan efektifitas dan koordinasi pelaksanaan program partai. Rapat ini mengundang 34 DPD provinsi se-Indonesia dan juga DPC.

Sri Rayahu selaku ketua DPP Bidang Kesehatan, Perempuan dan Anak mengatakan, pada minggu (27/11/2017) “Pelaksanaan Rakorbid, bertepatan dengan momentum Hari Penghapusan Kekerasan Sedunia yang diperingati setiap tanggal 25 November, sehingga struktur partai dapat memperkuat kapasitasnya untuk mendukung kebijakan Negara khususnya perlindungan perempuan dan anak dari kekerasan,”.

Menurutnya, ini merupakan momen penting sebagai penegasan dan kesiapan dari DPP, DPD, DPC dalam mengawal program partai yang konsisten untuk mendorong lahirnya berbagai kebijakan untuk melindungi perempuan, anak dan kaum marjinal. Selain itu, Megawati Soekarnoputri selaku Ketua Umum PDI Perjuangan, memberikan amanat tentang pentingnya kebersamaan supaya melahirkan UU Penghapusan Kekerasan Seksual dengan segera.

Ia dalam keterangan persnya berujar “Amanat inilah yang akan dilaksanakan seluruh struktur dan petugas partai untuk membuktikan bahwa Negara hadir bagi rakyatnya. RUU Penghapusan Kekerasan Seksual telah terdaftar dalam Prolegnas DPR 2016, DPP PDI Perjuangan dan Fraksi DPR PDI Perjuangan telah mengeluarkan instruksi agar pembahasan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual dapat segera dilaksanakan di DPR RI,”

Sri juga mengungkapkan bahwa rakorbid DPP PDI Perjuangan dilaksanakan sebagai bentuk konsolidasi kekuatan internal partai agar implementasi kebijakan pemerintah yang pro rakyat segera terlaksana.

“Rakorbid menjadi sosialisasi dan arahan, dialog dan serta tindak lanjut instruksi partai terkait bidang Kesehatan Perempuan dan Anak,” jelasnya.

Bahasan materi dalam konsolidasi yang telah dilakukan yakni tentang Pelayanan Kesehatan Nasional yang disampaikan oleh Direktur Kepesertaan BPJS dan Menteri Kesehatan. Selanjutnya Regulasi Pemeritah Pusat dan Daerah menjadi turunan dalam pelaksanaan UU yang terkait dengan perlindungan perempuan dari berbagai kekerasan.

Selain daripada itu, pembahasan juga mengenai Perempuan dan Budaya yang fokusnya adalah kekuatan perempuan dalam Revolusi Mental, hal ini disampaikan oleh Dirjen Kebudayaan. Sinergi partai dengan kelompok masyarakat untuk melindungi perempuan dan anak dari kekerasan melalui fungsi P2TP2A dan relawan kesehatan juga dibahas. Terakhir, ada bahasan tentang rencana tindak lanjut, rekomendasi Rakorbid dan instruksi partai tentang Bidang Kesehatan Perempuan dan Anak.

ByAdmin

Penjual Kaos “Tolak Ahok” Menjajaki Upacara Kemerdekaan PDI Perjuangan

Upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-71 Republik Indonesia di kantor DPP PDI Perjuangan, di Jalan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu (17/8/2016). Upacara tersebut dihadiri oleh salah satu pedagang kaos penolakan terhadap Gubernur petahana DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

Kaos tersebut dijual seorang pedagang kepada kader PDI Perjuangan yang hadir dalam upacara tersebut. Pedagangnya, L, mengaku bukanlah kader PDI Perjuangan.

Namun, dia mengakui bahwa sebagian baju “Tolak Ahok” tersebut dibuat olehnya. Sebagian lagi ada orang PDI Perjuangan yang membuat.

L menjual kaos (Jasa Sablon) di pintu masuk tempat upacara seberang DPP PDI Perjuangan. Sesekali ia menawarkan barang dagangannya tersebut kepada kader yang lewat.

“Kaos… kaos… Nohok,” seru L, di lokasi, Rabu pagi.

Pada bagian depan, kaos “Tolak Ahok” itu bertuliskan “Gerakan Aksi Tolak Ahok for Jakarta”. Belakang kaos bertuliskan “Kami Butuh Pemimpin yang Mengedepankan Kultur Kesopanan Bukan Sistem Penjajahan”.

Kaos yang dijual ini cukup menarik perhatian sejumlah kader PDI Perjuangan. Karena ada pula yang meminta difoto bersama L dan kaos dagangannya.

“Buat di Facebook nih,” kata salah satu kader PDI Perjuangan.

L membawa empat lusin kaos “Tolak Ahok”. Dengan harga satuannya dijual Rp 40.000.

Sejumlah tokoh PDI-P akan menghadiri upacara kemerdekaan oleh PDI Perjuangan ini. Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto akan bertindak selaku inspektur upacara. Sejumlah perlombaan dan penyerahan hadiah pun dilanjutkan seusai upacara. 

ByAdmin

PDI Perjuangan Adakan Pasar Murah di Jakarta

Menjelang lebaran tahun ini, PDIP menggelar operasi di beberapa pasar di daerah DKI Jakarta. Operasi pasar kali ini disambut dengan meriah oleh masyarakat DKI Jakarta.

DPR PDI Perjuangan, yang merupakan Ketua Badan Pemberdayaan Ekonomi Keryaktar Pusat PDIP Effendi Sianipar membantu dalam melayani warga-warga yang membeli bahan kebutuhan pokok saat digelar pasar murah PDI Perjuangan yang bertajuk Sembako Murah untuk Rakyat di Lapangan Parkir DPP (PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Jumat (1/7/2016). (Harga Mukena Al Gani)

Pasar murah yang diadakan saat menjelang Idul Fitri ini adalah bentuk komitmen PDI Perjuangan dalam membantu masyarakat kalangan menengah kebawah, hal ini sangat membantu mereka dalam mendapatkan bahan pokok murah seperti gula, beras, minyak goreng, dan daging.

Selain itu, operasi pasar murah juga ikut diadakan oleh Pemprov DKI Jakarta.

Operasi pasar yang diadakan PD Pasar Jaya dari beberapa hari lalu telah disambut antusias oleh masyarakat banyak.

Bahkan beberapa bahan pokok, seperti tepung terigu dan gua pasir menjadi incaran terbanyak menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Kepala Humas PD Pasar Jaya mengatakan bahwa saat ini bahan pokok tepung terigu dan gula pasir terbagi menjadi dua komoditi favorit. Hal ini tentu diluar perkiraan, karena di awal awalnya operasi pasar yang digelar hanya untuk menekan harga daging yang melonjak naik.

“Sejauh ini semua masyarakat antusias pada operasi pasar yang digelar, hal ini bisa dilihat dari penjualan yang dihasilkan dalam sehari juga sangat baik. Apalagi beberapa komodoti seperti tepung dan gula menjadi incaran terbanyak warga” tutur Gatra, Jumat (1/7)

Banyaknya tepung dan gula yang menjadi incaran warga disebabkan karena masyarakat banyak yang akan membuat kue Jelang Hari Raya Idul Fitri. “Mungkin masyarakat akan membuat kue sehingga komoditi tepung dan gula banyak yang membeli. Padahal awalnya kami mengira daging menjadi incaran arena saat ini harganya masih mahal,” sambungnya.

Operasi pasar yang digelas PD Pasar Jaya akan terus berlangsung sampai tanggal 17 Juli. Operasi pasar ini dilakukan disejumlah lokasi Jakarta yang sudah ditentukan.

Sekedar Informasi saja, harga tepung terigu yang di jual pada operasi pasar tahun ini adalah 14 ribu per kilogram dari yang sebelumnya 16 ribu. Gula pasir yang diual seharga Rp 8500 per kilogram dari yang sebelumnya Rp 10 ribu per kilogramnya.