Neraca Perdagangan Ikan Kerapu di Nilai Positif oleh KKP

ByAdmin

Neraca Perdagangan Ikan Kerapu di Nilai Positif oleh KKP

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat dalam kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir (20122016) neraca perdagangan kerapu konsumsi Indonesia menampilkan performa positif dengan kenaikan skor ekspor rata-rata per tahun mencapai 9,4 persen per tahun.

Tahun 2016 tercatat skor ekspor kerapu Indonesia menempuh 32,18 juta US$, meskipun sampai per Juli 2017 ekspor kerapu nasional tercatat sebesar 16,42 juta US$. Demikian malahan dengan volume ekspor dalam kurun waktu yang sama mengalami kenaikan rata-rata per tahun sebesar 30,75 persen.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto dalam keterangan persnya di Jakarta, Kamis (18/10) mengatakan bahwa pemberlakuan Permen KP Nomor 56 Tahun 2016 tak berpengaruh buruk kepada daya kerja perdagangan ekspor kerapu Indonesia.

“Dipandang dari isu terhangat poin ekspor kerapu setiap bulan dalam kurun waktu 2012 2016 justru menampilkan performa perdagangan positif. Artinya pemberlakuan Permen KP sesungguhnya tak terlalu berpengaruh negatif, sebagaimana polemik yang ketika ini berkembang. Di sisi lain peluang pasar dalam negeri justru naik, dengan serapan tahun 2016 sampai 35,5 persen,” tegas Slamet dalam konferensi pers di gedung KKP. Grouper Fillet Indonesia

Slamet mengukur, awal pelegalan Permen KP memang ada imbas kepada usaha budidaya di beberapa lokasi, melainkan saat ini kondisinya telah berjalan Normal. Menjawab pro kontra berhubungan berita anjloknya harga kerapu di tingkat pembudidaya dan menurunnya permintaan pasar, Slamet menyatakan bahwa situasi ini disebabkan oleh fluktuasi kondisi pasar di negara tujuan ekspor, bukan sebab akibat lantas pemberlakuan Permen KP.

Baca juga: Menangkan Jokowi Pilpres 2019 Megawati Instruksikan Seluruh Kadernya

“Kabar anjloknya harga dan penurunan permintaan pasar itu disebabkan fluktuasi pasar di negara tujuan dalam hal ini di China. Situasi ini juga sifatnya musiman dan lumrah, sebab situasi per tahun kita dapat lihat peta pasarnya memang fluktuatif, ini bagian peraturan pasar. Faktanya, saat ini serapan kerapu dan nilai jual di tingkat pembudidaya telah kembali Normal. Di Situbondo yang beritanya ada keadaan sulit pasar, justru saat ini harga mulai membaik dan kesibukan ekspor berjalan Nomo kembali”, imbuhnya.

Salah seorang pelaku usaha budidaya kerapu di Situbondo, Agung Sembodo, menyuarakan bahwa harga kerapu saat ini mulai naik setelah adanya kapal feeder masuk ke lokasi KJA. Dikala ini harga kerapu di tingkat pembudidaya dibanderol sampai mencapai 120.000 per kg. Di sisi lain, ia mengakui bahwa permintaan kerapu juga masih Normal-Normal saja. Menurutnya, mulai membaiknya harga kerapu, karena Pemerintah memfasilitasi kapal feeder untuk mengambil hasil panen dari KJA ke pelabuhan muat singgah.

“Harga ikan kerapu seperti cantang, cukup bagus dengan kisaran skor jual Rp 110.000Rp 120.000 per kilogram dari semula Rp 90.000 per kilogram. Penjualannya malahan ketika ini tak ada kendala berarti. Di Situbondo sendiri dikala ini telah ada 3.000 lubang KJA. Harapannya ke depan kondisinya akan terus normal,” aku Agung.

Slamet juga menambahkan bahwa program revitalisasi KJA saat ini menunjukkan hasil yang memuaskan. Ini menjadi capaian positif, di mana upaya optimalisasi KJA non produktif bisa membawa pengaruh positif bagi kesibukan usaha budidaya laut.

Sumber:

About the author

Admin administrator