Sepuluh Tahun Pergi, Cek imin Kembali Pada Megawati

ByAdmin

Sepuluh Tahun Pergi, Cek imin Kembali Pada Megawati

Sepuluh Tahun Pergi, Cek imin Kembali Pada Megawati

Ada pemandangan yang menarik pada acara peringatan hari wafatnya Bung Karno di Blitar, kota kelahiran beliau tanggal 20 Juni 2018 yang lalu. Selain para undangan penting yang hadir di acara tersebut, terlihat juga Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangga (PKB). Pada haul Bung Karno ke 48 tersebut Cak Imin terlihat duduk di sisi Megawati dan terkesan akrab. Sama-sama khusyuk dalam doa dan zikir. Bahkan saat menyampaikan kata sambutan di sela-sela acara haul Megawati melontarkan candaan pada Cak Imin. “Ini dia si anak hilang yang sudah balik lagi,” ujarnya. “Namanya Imin alias Cak Imin. Tapi si anak hilang ini sudah terkenal. Sudah ngetop.” Ucapan guyon Megawati spontan mengundang senyum dari para hadirin.

Baca juga artikel kami lainya mengenai jasa penulis artikel

Sepuluh Tahun Pergi, Cek imin Kembali Pada Megawati

Ada alasannya kenapa Megawati Soekarnoputri menyebut Muhaimin Iskandar sebagai anak hilang. Dahulu, di awal-awal karir politiknya, Cak Imin memang sempat dititipkan Gus Dur pada Megawati. Cak Imin sendiri adalah keponakan Gus Dur. Setelah sekian lama berada di bawah ‘asuhan’ dan gemblengan Megawati, PKB di bawah Cak Imin sempat memisahkan diri dengan bergabung bersama pemerintahan SBY selama dua periode. Sementara PDI-P sendiri berada di pihak oposisi. Kedua partai dan tokoh politik itu kembali reuni pada pemilihan presiden tahun 2014 dengan sama-sama menjadi pendukung utama Joko Widodo.

Seperti halnya tidak ada koalisi permanen dalam politik, perbedaan kubu juga tidak berlangsung selamanya. Setelah sepuluh tahun berpisah, kembalinya PKB bersama PDI-P di kubu yang sama itulah yang agaknya disebut Mega sebagai ‘pulangnya si anak hilang’. Selain itu, saat ini sedang gencar kampanye Cak Imin sebagai calon wakil presiden, mendampingi Joko Widodo pada pemilihan presiden tahun depan. Banyaknya pendirian posko JOIN (Jokowi-Muhaimin) juga membuat Cak Imin makin populer di masyarakat. Tak heran Mega menyebutnya makin ngetop sekarang.

Mari berkenalan sekilas dengan Cak Imin. Muhaimin Iskandar, lahir di Jombang, Jatim, pada tanggal 24 September 1966. Pendidikan strata satu diselesaikannya di Universitas Gajah Mada Yogyakarta dalam Ilmu Sosial dan Politik, dan gelar Magister Komunikasi diraihnya di Universitas Indonesia. Cak Imin pernah menjadi ketua umum Partai Kebangkitan Bangsa, sebuah partai politik yang didirikan pamannya KH. Abdurrahman Wahid atau yang lebih dikenal dengan nama Gus Dur. Karena dianggap mampu menaikkan elektabilitas PKB, ia kembali didapuk menjadi Ketua Umum pada tahun 2014. Pada pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono Cak Imin pernah menjabat sebagai Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi tahun 2009-2014. Sejak 26 Maret 2018 menjabat sebagai Wakil Ketua Majelis Permuayawaratan Rakyat Republik Indonesia. Selain menceburkan diri ke dalam politik praktis mengikuti jejak Gus Dur, lulusan Madrasah Aliyah 1 Yogyakarta ini juga pernah aktif sebagai staf pengajar di Pesantren Denanyar, Jombang. Juga pernah menjadi Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Tabloid Detik. Kepopulerannya kembali meningkat akhir-akhir ini, seiring berita bahwa suami dari Rustini Murtadho inilah yang akan mendampingi Joko Widodo pada pemilihan presiden tahun 2019 nanti.

Kini, setelah kembalinya Muhaimin Iskandar ‘si anak hilang’ pada ibu angkatnya, akankah mereka sanggup meloloskan Joko Widodo kembali menjadi presiden di negeri ini? Kita lihat saja.

Sumber berita https://sahabatartikel.co.id/

About the author

Admin tukangpbn