PDI Perjuangan: Ada 7 Juta LGBT di Indonesia Apa Ini Akhir Zaman?

ByAdmin

PDI Perjuangan: Ada 7 Juta LGBT di Indonesia Apa Ini Akhir Zaman?

PDI Perjuangan: Ada 7 Juta LGBT di Indonesia Apa Ini Akhir Zaman?

Munculnya isu LGBT di Indonesia memang bukan kali ini saja terjadi. Dan pembuatan undang-undang terkait hal tersebut pun sudah menjadi buah bibir di kalangan masyarakat. Sembari menunggu hasil rancangan undang-undang tersebut, membaca buku zikir akhir zaman bisa menjadi solusi yang tepat agar kita tidak ikut terombang-ambing menghadapi kasus LGBT ini.

PDI Perjuangan Ada 7 Juta LGBT di Indonesia Apa Ini Akhir Zaman

Perilaku sesame jenis memang menjadi sorotan akhir-akhir ini. Menyikapi rencana pembuatan undang-undang terkait hal tersebut, Arteria Dahlan selaku anggota komisi III DPR RI dari partai PDI Perjuangan mengungkapkan bahwa pemerintah harus berhati-hati dan lebih cermat lagi dalam membuat rancangan KUHP terkait isu tersebut.

Saat ditemui di Senayan, Jakarta setelah RDPU atau Rapat Dengar Pendapat Umum Komisi III DPR, Arteria menyebutkan bahwa menghindari persekusi adalah salah satu hal yang penting untuk diperhatikan saat membuat rancangan KUHP terkait dengan LGBT atau perilaku suka sesama jenis.

Arteria menambahkan kalau setidaknya ada kurang lebih 7 juta pelaku LGBT beridentitas atau ber-KTP Indonesia. Melihat angka tersebut, menurutnya perlakukan yang proporsional, adil dan juga berperikemanusian harus ditegakan. Seperti buku zikir akhir zaman yang membantu kita berperilaku lebih baik lagi di kehidupan kita.

Dalam hal ini sebagai salah satu orang di tim Perumus RUU KUHP mengenai LGBT ini, Arteria mengungkapkan bahwa terdapat tanggungjawab moral yang diemban dalam membuat undang-undang yang menyangkut LGBT ini. Karena itu perlu diperhatikan dengan cermat.

Arteria menyebutkan bahwa pihak dirinya tidak ingin ada sesuatu seperti persekusi yang dilakukan dengan mudahnya untuk mereka yang terjerat LGBT. Hal tersebut dikarenakan pihaknya ingin ada pembatasan untuk pidana kasus cabul sesama jenis.

Politikus Partai PDI Perjuangan ini juga menyebutkan bahwa pembatasan dalam hal pemidanaan pelaku LGBT ini dilakukan untuk mencari jalan tengah mengenai kasus ini. Seperti buku zikir akhir zaman yang bisa menjadi jalan untuk kita agar lebih merasa tentram dan damai menghadapi persoalan seperti LGBT dan lain sebagainya yang sedang marak terjadi ini.

Selanjutnya, menurut Arteria selama para pelaku tersebut tidak melakukan kekerasan, menggunakan ancaman atau mempublikasikan sesuatu hal berunsur pornografi dan pornoaksi yang berhubungan dengan perilaku sesama jenis mereka, pidana yang diberikan dapat dibatasi.

Berbeda dengan Arteria, Feizal Syahmenan yang merupakan Kuasa Hukum AILA Indonesia memilih untuk bertindak tegas dengan pelaku LGBT. Menurutnya, dalam merancang undang-undang ini pemerintah harus menilik lagi Pancasila dan juga UUD 1945 sebagai jiwa dari bangsa Indonesia.

Menurutnya, pola hidup LGBT sudah jelas-jelas berseberangan dengan jiwa Pancasila maupun UUD 1945. Tidak seperti buku zikir akhir zaman yang bisa jadi berkesesuaian dengan Pancasila sila pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa.

Menurut Feizal, tidak ada salahnya untuk membuat ketentuan perundang-undangan yang melarang perilaku LGBT. Karena itulah, ia menyebutkan bahwa bukan hal yang tepat apabila aturan pidana mengenai LGBT ini rentan overkriminalisasi maupun persekusi.

Feizal juga menambahkan jika norma hukum juga penting untuk dimasukan dalam pertimbangan terkait adanya perilaku LGBT ini karena hal tersebut penting untuk mencegah terjadinya penafsiran yang berbeda-beda antara satu orang dan lainnya.

Menurutnya, hal tersebut akan berbahaya karena setiap orang memiliki aturan yang ia yakini sendiri dan mereka punya hak untuk bersikap sesuai dengan aturan tersebut. Oleh karena itulah, peraturan yang jelas patokannya adalah sesuatu yang wajib dibuat.

Seperti halnya buku zikir akhir zaman yang bisa menjadi patokan untuk umat-Nya, peraturan yang akan dibuat untuk melawan LGBT ini juga sebaiknya dapat menjadi patokan untuk semua orang agar tidak terjadi perbedaan penafsiran mengenai pidana LGBT ini.

Baca artikel kami lainya mengenai : sebelum gelar acara aqiqah cucu jokowi di boyong kerumah sendiri

Sumber: https://www.hidayatullah.com/berita/nasional/read/2018/01/30/134288/pdip-ada-7-juta-lgbt-ber-ktp-indonesia.html

About the author

Admin tukangpbn

Leave a Reply